Selasa, 27 Maret 2012

Cinta Setengah-setengah

Cinta setengah-setengah, terjalin tergesah-gesah

Ada dua pecemburu, yang sedang menanti satu rindu

Di pancaran matamu, kulihat cinta kalian yang sedang beradu

Meski setengah-setengah, cinta kita indah, walau aku terengah-engah....

Buat apa menitipkan masa depan, ke orang yang sudah punya gandengan

Akan ada hari dimana cinta yang setengah-setengah harus punah....

Mundur perlahan-lahan sebelum kau jadikan ku si mantan

Dekatkan pada mereka yang mencintaiku tanpa lelah,bukan yang setengah-setengah....



Rasa sayang yang tak bisa seluruhnya dicurahkan bisa disebut cinta setengah-setegah atau tiga cinta dua hati. Menjadi korban atau penyebab dari cinta setengah-setengah itu akan mengalami hal yang menyakitkan.




"Hati yang sudah merasa nyaman, begitu sulit untuk berpindah ke lain persinggahan. Sulit untuk memulai dari awal, lepas pada ketergantungan dan takut tak menemukan kebahagian"







Pada sikon ini hanya diri sendiri yang paling bisa diandalkan. Jika tidak ada ketegasan sebagai keputusan cinta setengah-setengah, cobalah mundur (move on) sebagai penengah, kalau memang tak mau diduakan atau digantung bersaing dengan jemuran! Jangan takut akan penyesalan, jika solusi move on dianggap bahkan merupakan yang terbaik untuk semua pemeran terutama diri sendiri. Move on paling dianjurkan untuk kalangan penyebab cinta setengah-setengah. Maaf , bukan menyalahkan penyebab cinta setengah-setengah sepenuhnya, tapi  penyebab cinta setengah-setengah hadir di sikon yang salah walau tanpa sepengetahuan si penyebab, sikon = pujangga masih punya gandengan. Salah besar itu, si  penyebab cinta setengah-setengah tahu sadar dari awal bahwa dia terjebak kedalam cinta setenngah-setengah!!!


Penyesalan move on pasti pernah menyelinap walau sedikit. Rasa penyesalan ini terkadang menyebabkan munculnya perasaan perbandingan  sekarang VS dulu. Jangan galau jangan raisa eh risau ada beberapa wejangan dibawah ini.

Tips  mengatasi penyesalan cinta setengah-setengah :
1. Jauhi kehilafan : tindak kriminal dan minum-minuman, minum baygon,
    minum porselen, ficxal dkk
2. Positif thinking, happy ending, happy ending, happy ending sampai
    ending
3. Curhat ke sahabat atau teman yang bisa diandalkan menyimpan dan
    mengasih solusi tentang masalah ini. Ingat tiap jenis orang cara
    mengasih solusinya berbeda-beda.
anak gaul : Mati satu tumbuh seribu
anak determinan : Jodoh gak kemana
anak mesjid : Mentoring, mentoring and mentoring again
3. Hindari diary, yang ada beratus-ratus nama si pujangga di diary bagaikan
    fairy..
Dear diary, sekarang aku putus sama Suha. Sosok perhatian, pengertian, romantis Suha gak bisa ku rasain lagi. Kenapa dia gitu ke aku padahal udah nyaman banget. huhu. Apa nanti ada yang kaya dia.bla bla bla bla bla bla.
bye bye my heart Suhadi
4. So sibuk diri sendiri dengan kegiatan. Jawaban setiap janjian "Kalau mau
     nemuin aku, sms dulu ya" <-- tanda sibuk. ok berhasil.
5. Kumpul-kumpul sama teman bukan buat demo-demoan.

ok cukup segitu. Monggoh kalau mau diterapkan. Manjur alhamdulillah, tidak manjur yaaah sukuri laah. Cinta yang indah pada waktu dulu, pasti bisa diciptakan lagi pada lain kesempatan dan persinggahan yang sanggup dititipi masa depan. Seperti membuat roti yang enak, pasti tidak akan lupa gimana cara membuatnya bahkan bisa menghasilkan yang lebih enak dari sebelumnya. Seandainya gagal membuat roti, tenang itu pemanasan menuju kebahagiaan. Semua tergantung yang menjalankan. Atau masih sanggup dibandingkan sama jemuran??!
MySpace

Senin, 12 Maret 2012

Rabb, maaf kami sibuk

 Ngambil dari note fb punya temen. tau kenapa suka pake banget sama note ini. kata-katanya lugu yang mengena..

"Rabb, maaf, kami sedang sibuk.
kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. kami memang berharap surga, tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu."


Rabb, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Rabb, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.
Rabb, kami sangat sibuk, jangankan berjemaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah memberatkan kami. jangankan puasa senin-kamis, jangankan ayyamul bidh, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.

Rabb, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan banyak, sehingga kami kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Rabb, maafkan kami, kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung, sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki dari-Mu untuk memperjuangan agama-Mu.

Rabb, maafkan kami, kami tak sempat bersyukur. Jiwa kami begitu rakus. kami tak berujung pusa dengan nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari mana karunia-Mu yang layak kami syukuri.

Rabb, maaf, kami orang-orang sibuk. bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari nereka-Mu. kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.

Rabb, urusan-urusan dunia kami amatlah banyak. jadwal kami masih amatlah padat. kami amat kesulitam menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendapatakan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.
Rabb, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.

Rabb, maaf, kami terlalu sibuk. padahal Engkau memerintahkan kami berwudhu untuk membasuh wajah kami yang telah penat memikirkan dunia. padahal Engkau meminta kami bertakbir ketika jiwa kami terasa letih menggapai cita. padahal Engkau perintahkan kami bersujud untuk meregangkan pundak kami yang telah letih memikul amanah.

Rabb, maaf, selama ini kami terlalu sibuk. kami terlalu sombong kepada-Mu, seolah kami tak membutuhkan-Mu. mohon cahayai hati kami, guyur jiwa kami dengan hidayah-Mu. agar jiwa ini tawadhu' di hadapan-Mu. agar jiwa kami ikhlas menuruti tuntunan-Mu. agar diri ini tegar di saat yang lain terlempar. agar jiwa ini teguh di saat yang lain runtuh.

Rabb, maaf, selama ini kami merasa sok sibuuk. padahal Engkaulah Yang Mahasibuk. kami sering kali telat mengahadap-Mu, padahal Engaku tak pernah sekali pun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. kami sering kali lupa menunaikan kewajibannku pada -Mu, padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari. kami sering lalai mengingat-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun lalai mempergilirkan siang dan malam. setiap saat kerburukan kami naik disampaikan para malaikat-Mu, sementara kebaikan-Mu setiap detik tercurah kepada kami.

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-emnerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur..." (QS. Al-Baqarah:255)