Ngambil dari note fb punya temen. tau kenapa suka pake banget sama note ini. kata-katanya lugu yang mengena..
"Rabb, maaf, kami sedang sibuk.
kami memang takut neraka,
tetapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat
menjauhkan kami dari neraka-Mu. kami memang berharap surga, tapi kami
hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu."
Rabb,
harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. kami
benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu
untuk-Mu.
Rabb, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang
begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal
untuk menghadap-Mu.
Rabb, kami sangat sibuk, jangankan berjemaah,
bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. jangankan rawatib, zikir, berdoa,
tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah memberatkan
kami. jangankan puasa senin-kamis, jangankan ayyamul bidh, jangankan
puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.
Rabb,
maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak,
sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan banyak, sehingga kami
kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu.
jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang
wajib saja sering kali terlupa.
Rabb, maafkan kami,
kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung,
sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki dari-Mu untuk
memperjuangan agama-Mu.
Rabb, maafkan kami, kami tak
sempat bersyukur. Jiwa kami begitu rakus. kami tak berujung pusa dengan
nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari mana karunia-Mu yang
layak kami syukuri.
Rabb, maaf, kami orang-orang sibuk.
bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat
menjauhkan kami dari nereka-Mu. kami hampir tak ada waktu untuk mencari
bekal menuju surga-Mu.
Rabb, urusan-urusan dunia kami
amatlah banyak. jadwal kami masih amatlah padat. kami amat kesulitam
menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. kami masih belum
bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud,
menangis, mengiba, berdoa, dan mendapatakan jiwa sedekat mungkin
dengan-Mu.
Rabb, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.
Rabb,
maaf, kami terlalu sibuk. padahal Engkau memerintahkan kami berwudhu
untuk membasuh wajah kami yang telah penat memikirkan dunia. padahal
Engkau meminta kami bertakbir ketika jiwa kami terasa letih menggapai
cita. padahal Engkau perintahkan kami bersujud untuk meregangkan pundak
kami yang telah letih memikul amanah.
Rabb, maaf, selama
ini kami terlalu sibuk. kami terlalu sombong kepada-Mu, seolah kami tak
membutuhkan-Mu. mohon cahayai hati kami, guyur jiwa kami dengan
hidayah-Mu. agar jiwa ini tawadhu' di hadapan-Mu. agar jiwa kami ikhlas
menuruti tuntunan-Mu. agar diri ini tegar di saat yang lain terlempar.
agar jiwa ini teguh di saat yang lain runtuh.
Rabb, maaf,
selama ini kami merasa sok sibuuk. padahal Engkaulah Yang Mahasibuk.
kami sering kali telat mengahadap-Mu, padahal Engaku tak pernah sekali
pun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. kami sering kali
lupa menunaikan kewajibannku pada -Mu, padahal Engkau tak pernah lupa
menerbitkan mentari di pagi hari. kami sering lalai mengingat-Mu,
padahal Engkau tak pernah sekalipun lalai mempergilirkan siang dan
malam. setiap saat kerburukan kami naik disampaikan para malaikat-Mu,
sementara kebaikan-Mu setiap detik tercurah kepada kami.
"Allah,
tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-emnerus
mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur..." (QS.
Al-Baqarah:255)